Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner
eproduk
M-KRPL
banner2
banner4
agribisnis
Pengkajian Budidaya Sayuran di Pekarangan Ramah Lingkungan di DKI Jakarta (2012) PDF Cetak E-mail
Oleh Yudi Sastro   
Selasa, 19 Maret 2013 18:04

Wall gardening merupakan istilah harfiah untuk praktek budidaya tanaman di tembok, baik berdiri sendiri sejajar tembok atau menempel langsung pada tembok.  Pada awalnya, istilah wall gardening umumnya ditujukan untuk budidaya tanaman hias dalam konsep landscaping.  Akan tetapi, akhir-akhir ini sudah mulai ditujukkan untuk tanaman sayuran yang dibudidayakan di pekarangan.  Namun demikian kajian mendalam mengenai teknologi wall gardening tersebut masih belum di lakukan.  Belum ada informasi hasil kajian yang melaporkan kelayakan teknis teknologi tersebut untuk sayuran. Pengkajian ini bertujuan untuk mendapatkan paket teknologi wall gardening berbasis komoditas sayuran yang dibudidayakan secara ramah lingkungan, khususnya terkait model wall gardening, media pendukung, serta pupuk dan sistem pemupukan.

Model wall gardening yang dikaji terdiri atas model tunggal dan multi partisi.  Sedangkan media tanam yang diuji meliputi cocopeat, kompos daun bambu, sekam, dan limbah tandan kososng kelapa sawit.  Tanaman uji meliputi sawi selada, bayam, dan kangkung. Peubah pengamatan terdiri atas, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan berat panen.  Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) Media tanam kompos daun bambu, cocopeat, dan sekam dapat digunakan dalam wall gardening sawi, selada, bayam, dan kangkung.  Sementara itu, media tanam tandan kosong kelapa sawit tidak sesuai untuk ketiga komoditas tersebut, kecuali kangkung; (2) Pupuk kimia dan pupuk organik dapat digunakan dalam sistem wall gardening sawi, selada, bayam, dan kangkung.  Kemampuan pupuk organik dalam mendukung pertumbuhan dan hasil sawi, selada, bayam, dan kangkung.  Oleh sebab itu, pengembangan budidaya sayuran ramah lingkungan ataupun organik berbasis sistem wall gardening dapat dilakukan; (3) Pengembangan sistem wall gardening sawi, selada, bayam, dan kangkung model tunggal lebih baik dibandingkan model multi partisi.  Keunggulan model tunggal didasarkan atas respon pertumbuhan dan hasil  sawi, selada, bayam, dan kangkung juga didasarkan pada kemudahan dalam operasional pelaksanaan; dan (4) Teknologi wall gardening sawi, selada, bayam, dan kangkung model tunggal, dengan media tanam kompos daun bambu, cocopeat, dan sekam, serta pemupukan menggunakan pupuk organik direkomendasikan untuk dikembangkan, khususnya dalam budidaya sayuran di perkotaan.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com