Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner
agribisnis
eproduk
M-KRPL
banner2
banner4
Kajian Pemanfaatan Limbah Pasar sebagai Bahan Pakan Ternak (2012) PDF Cetak E-mail
Oleh Andi Saenab   
Selasa, 19 Maret 2013 18:06

Ketersediaan pakan baik secara kuantitas dan kualitas merupakan faktor utama penentu keberhasilan usaha peternakan unggas maupun ruminansia. Kendala utama dalam penyediaan pakan ternak adalah sulitnya bahan baku pakan, kadar zat makanan (nutrient) yang terkandung dalam bahan baku pakan rendah kualitasnya sehingga belum memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan rendahnya kualitas bahan pakan adalah dengan pengembangan teknologi pengolahan pakan. Pada tahun 2011 BPTP Jakarta telah melakukan pengolahan limbah sayuran pasar dalam bentuk wafer.

Hasil yang diperoleh yaitu dapat meningkatkan rataan pertambahan bobot badan harian kambing sebesar 129,76 gram/hari/ekor. Namun untuk lebih mengefisienkan penggunaan limbah pasar ini maka dibuat suatu kajian pembuatan limbah pasar dalam bentuk wafer pakan komplit untuk Tahun Anggaran 2012. Tujuan pengkajian ini adalah untuk memperoleh bahan pakan alternatif yang murah dan efisien penggunaannya dengan memanfaatkan wafer pakan komplit limbah pasar, mengetahui teknologi pengolahan limbah pasar yang tepat sebagai pakan ternak di perkotaan, sehingga meningkatkan kualitas, memberikan solusi pengolahan limbah pasar menjadi bahan pakan bernilai tambah tinggi. Kajian ini dilakukan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur. Rancangan yang digunakan adalah T-test untuk membandingkan perlakuan pakan ternak menggunakan 8 ekor kambing potong lokal jantan untuk masing-masing perlakuan pakan. Perlakuan pakannya merupakan perlakuan pakan dasar yaitu pakan dasar berupa rumput lapang (RR) dan wafer pakan komplit. Bobot badan ternak ± 20 kg. Peubah yang diukur adalah Pertambahan Bobot Badan Harian (g), Konsumsi Pakan, Konversi Pakan, dan Analisa ekonomi.

Hasil yang diperoleh adalah rataan pertambahan bobot badan harian kambing yang lebih tinggi dimiliki oleh perlakuan pemberian wafer pakan komplit limbah sayuran sebanyak 152,50 gram/hari, bila dibandingkan dengan perlakuan pemberian rumput sebanyak 115.7±18,9b gram/hari. Rataan konsumsi bahan kering harian kambing lebih tinggi dimiliki oleh perlakuan wafer pakan komplit limbah sayuran sebanyak 1002,47 gram/hari dibandingkan dengan perlakuan pemberian rumput sebanyak 801.79 gram/hari. Dilihat perlakuan pemberian wafer pakan komplit limbah sayuran memberikan rataan konversi pakan yang paling rendah sebesar 6.57±0,30 dibandingkan perlakuan pemberian rumput yang memberikan rataan konversi pakan tertinggi sebesar 6,93±0,67. Penerimaan finansial yang diperoleh dalam usahatani ternak kambing dapat diketahui dengan menghubungkan variabel produksi (input) dan harga yang diterima peternak. Dengan menggunakan tingkat harga yang diterima peternak sebagai dasar perhitungan, keuntungan yang diperoleh dengan menerapkan teknologi peternak (A) dan teknologi inovasi (B), masing-masing adalah Rp. 219.225 (Gross B/C ratio = 1.20) dan Rp. 999.725 (Gross B/C ratio = 1.91). Dalam penerapan teknologi peternak (A), setiap RP. 1 yang dikeluarkan untuk usahatani ternak kambing mampu mendatangkan penerimaan sebesar Rp. 1.20 (Gross B/C=1.20 lebih rendah dari teknologi inovasi (B), setiap RP. 1 yang dikeluarkan untuk usahatani ternak kambing mampu mendatangkan penerimaan sebesar Rp 1.91.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com