Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
agribisnis
eproduk
M-KRPL
banner2
banner4
Kajian Teknologi Pertanian Perkotaan Berbasis Organik pada Sayuran Buah Di DKI Jakarta Tahun 2006 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 08 November 2011 17:55
Adanya kesenjangan antara permintaan produk pertanian organik dan pemenuhannya, baik di tingkat global ataupun di tingkat domestik/lokal, menjadikan peluang bagi petani untuk memperoleh pendapatan lebih baik dari usahatani organik. Berdasarkan hal tersebut, BPTP Jakarta melakukan kegiatan Kajian Teknologi Pertanian Perkotaan Berbasis Organik pada Sayuran Buah di DKI Jakarta.

Pengkajian dilaksanakan dengan metode petak berpasangan, paket teknologi yang dikaji adalah (1) paket teknologi BPTP, yang terdiri dari penggunaan pupuk organik pelet dari kompos sampah kota yang diperkaya dan pengendalian hama penyakit yang mengacu pada pengendalian hama terpadu (PHT), (2) paket teknologi petani, yang terdiri dari penggunaan pupuk kandang + pupuk kimia (Urea, SP-36, KCl) dan pengendalian hama penyakit dengan bahan kimia (Decis dan Furadan). Masing-masing paket teknologi diulang sebanyak enam kali.

Berdasarkan hasil analisis statistik keragaan agronomis kacang panjang dan terong, paket BPTP mempunyai pengaruh yang setara dengan paket petani, dari pertumbuhan sampai dengan panen. Sedangkan jika dilihat dari rata-rata pertumbuhannya, terdapat kecenderungan bahwa pertumbuhan paket petani lebih tinggi dibandingkan dengan paket BPTP. Namun demikian, kecenderungan rata-rata hasil panen paket BPTP lebih tinggi dibandingkan dengan paket petani. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk yang digunakan oleh petani mempunyai pengaruh yang cepat dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman, sedangkan pupuk yang diaplikasikan pada paket BPTP mempunyai sifat slow release sehingga tingkat ketersediaan haranya relatif lebih lambat.

Penggunaan pestisida nabati dengan bahan dasar mimba mempunyai pengaruh yang cukup efektif dalam menekan serangan hama. Penggunaan perangkap dengan atraktan minyak melaleuca juga mempunyai pengaruh yang efektif dalam mengurangi serangan lalat buah. Dengan menggunakan biopestisida, produk yang dihasilkan oleh paket BPTP terbebas dari residu pestisida sehingga aman untuk dikonsumsi dan mempunyai peluang harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk yang dihasilkan oleh paket petani.

Dilihat dari keragaan agronomis terong dan kacang panjang, penggunaan pupuk organik pelet dari sampah kota yang diperkaya, dan penggunaan pestisida nabati mimba, serta penggunaan perangkap lalat buah dengan atraktan minyak melaleuca dapat mempertahankan hasil panen. Oleh karena itu jika dilihat dari aspek teknis, paket teknologi BPTP dapat dijadikan sebagai alternatif teknologi pertanian organik pada sayuran buah khususnya kacang panjang dan terong.

Berdasarkan hasil analisis usahatani (Tabel 9), paket teknologi BPTP dan paket teknologi petani secara ekonomi layak untuk dilakukan. Namun di satu sisi, paket teknologi BPTP mempunyai tingkat kelayakan ekonomi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan paket teknologi petani. Hal ini disebabkan karena biaya in put untuk paket teknologi BPTP lebih rendah jika dibandingkan dengan paket petani. Efisiensi biaya in put tersebut terdapat pada penggunaan pupuk pelet yaitu 16,4% lebih rendah dari pupuk petani. Selain itu produksi yang diperoleh dari paket BPTP secara angka lebih tinggi jika dibandingkan dengan paket teknologi petani. Dengan demikian, secara ekonomi, paket BPTP lebih menguntungkan dari paket petani.

Kelembagaan pendukung usahatani sayuran organik yang terdapat di lokasi pengkajian dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu kelembagaan intern dan ekstern. Kelembagaan tersebut berpengaruh terhadap prospek pengembangan usahatani sayuran organik. Kelembagaan intern yang ada adalah kelompok wanita tani ”Nusa Indah”. Kelompok ini cukup solid dalam melaksanakan kegiatan, baik kegiatan pertanian ataupun kegiatan lainnya. Kegiatan pertanian yang dilaksanakan oleh kelompok ini selain budidaya sayuran, juga melakukan olahan berbagai produk tanaman obat. Kekuatan ketua kelompok dan para pengurus lainnya dalam menggerakkan anggota-anggotanya merupakan potensi kekuatan untuk pengembangan usahatani sayuran organik yang diperkenalkan oleh BPTP.

Berbagai kelembagaan ekstern yang sangat berpengaruh pada usaha untuk memperkenalkan inovasi teknologi sayuran tersebut, antara lain: penyuluh pertanian, Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Selatan, Dewan Kelurahan yang mendukung segala aktivitas warga untuk produktif, dan ketersediaan kios sarana produksi pertanian yang mudah terjangkau. Lembaga-lembaga tersebut dalam kegiatan pengkajian sangat mendukung usaha pengembangan sayuran organik.

Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Hasil Pertanian dan Hasil Hutan DKI Jakarta juga siap membantu dalam sertifikasi produk organik. Keberadaan konsumen segmen atas merupakan prospek yang menjanjikan bagi pemasaran produk sayuran organik, tetapi belum ada pasar terdekat yang menerima produk sayuran organik. Kondisi ini tidak mengecilkan motivasi para petani untuk berusahatani sayuran organik bila dapat mengakses peluang pasar pasar segmen atas tersebut. Adanya pengepul produk sayuran organik di wilayah Jakarta Barat yang dapat dijajagi untuk kesempatan tersebut. Oleh sebab itu petani dihadapkan pada suatu tantangan bagaimana kelompok tani bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk dapat berproduksi secara kontinyu dan bisa memperoleh sertifikasi produk. Yang pada akhirnya produknya dapat diterima di pasar yang menerima produk organik sehingga produknya mempunyai harga jual yang lebih tinggi.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com